Jumat, 29 Juli 2016

SMPN 1 Cicalengka Bebas sampah plastik



Ada apa dengan sampah plastik? Itulah pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran kita dan faktanya adalah Jutaan ton plastik diproduksi setiap hari dan jutaan ton pula plastiknya menjadi sampah, apa bedanya sampah jenis plastik dengan sampah jenis lainnya? Yuk kita cari tau, ternyata plastik terbuat dari bahan polyethene (PE), suatu bahan thermoplastic,  bahan ini tidak dapat di urai oleh tanah selama ratusan tahun. jika kita membuang sampah plastik saat ini berarti sampah palstik tersebut menjadi warisan sampah buat cucu-cucu kita nanti. Apabila sampah plastik berada dipermukaan tanah akan mengganggu penyerapan air oleh tanah mengakibatkan banjir dan sampah plastik yang tergenang di permukaan air dapat mengakibatkan penyumbatan disaluran-saluran air merusak ekosistem disekitar kita.
Begitu mendesaknya permasalahan sampah plastik ini sampai-sampai pemerintahpun membuat kebijakan plastik berbayar. Kepala sekolah kami, Bp. Yoyop susila ingin warga sekolah ikut berperan aktif dalam mengurangi jumlah sampah plastik dengan mewajibkan siswa siswinya untuk membawa misting(tempat makanan dan minum ) sebagai wadah pengganti plastik.

Komitmen kepala sekolah kami dalam upaya melestarikan lingkungan dan ikut berperan dalam mengurangi jumlah sampah plastik perlu kita dukung oleh seluruh warga sekolah. 
Hayuu kita berhitung jika setiap  siswa menyumbangkan sampah plastik  sebanyak 2 buah, Jika dikalikan jumlah siswa yang jajan 1000 siswa berarti sudah menyumbangkan sampah sebanyak 2000 kantong plastik disetiap harinya jika dikalikan sebulan berarti sudah menyumbangkan sampah kurang lebih 50 ribu plastik sampah dan jika setahun tidak terbayangkan berapa jumlah sampah plastik yg kita buang. 
Kebijakan membawa misting dari rumah perlu mendapat dukungan dari semua pihak termasuk orang tua siswa, bukan hanya membawa misting saja dari rumah tetapi orang tua dapat lebih peduli menjaga kesehatan putra-putrinya dengan membiasakan mengkonsumsi makanan sehat yang telah disiapkan dari rumah, dan juga membiasakan anak untuk selalu sarapan walaupun sarapannya disekolah sebelum belajar dimulai. secara tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan mutu belajar dan prestasi anak.

Saya selaku walikelas 9K menyambut positif kebijakan tersebut dan saya manfaatkan untuk sarapan bersama ngebotram dengan anak-anak seminggu sekali. Dalam kegiatan ngebotram bisa saya manfaatkan untuk diskusi membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan pemecahan masalahnya. Alhamdullilah kegiatan tersebut direspon positif oleh mereka walaupun baru 80% yang membawa sarapan dari rumah.
Indahnya kebersamaan 9K

Walikelas bersama mereka bukan hanya instruksi tapi memberi contoh 

Laki-laki pun ga perlu malu membawa misting untuk kebersamaan

Memanglah tidak mudah merubah kebiasaan mudah-mudahan minggu berikutnya anak-anakku 100% membawa misting semua setiap harinya.  Kalau bukan kita yang melestarikan bumi ini siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

9kooperatif, 9Keren, 9Kompak... 9K OK